Rabu, 04 April 2018

Rangkum Sejarah, Kopi Yang Kini Jadi Minuman Favorit di Dunia

Rangkum Sejarah, Kopi Yang Kini Jadi Minuman Favorit di Dunia

Kopi telah menjadi minuman favorit bagi banyak warga dunia. Bahkan, meminum kopi kini telah menjadi gaya hidup tersendiri.

Lalu, bagaimana awal mula kopi bisa menjadi minuman yang mendunia?

Menurut legenda, kopi ditemukan di Abyssinia, Ethiopia, pada pergantian abad IX. Saat itu, seorang pengembala kambing di Provinsi Kaffa terkejut melihat bahwa kambingnya tidak tidur di malam hari.

Merasa bingung dengan apa yang terjadi, ia pun pergi ke biara terdekat untuk menanyakan masalah ini kepada para biarawan.

Dari sinilah diketahui bahwa kambing-kambing tersebut menyukai buah-buahan seperti ceri yang saat itu terlihat aneh bagi mereka.

Tanaman inilah yang akhirnya terkenal dengan sebutan kopi.

Didorong oleh keingintahuan ilmiah, para biarawan membuat minuman dari buah tersebut. Setelah meminumnya, mereka merasa memiliki energi yang penuh.

Saat ini, dataran tinggi Ethiopia dianggap sebagai tempat kelahiran kopi.

Ethiopia mengekspor biji kopi melintasi Laut Merah ke Arabia, di mana kopi pertama kali ditanam pada pertengahan abad XV di Yaman.

Pada abad XVI , berkat perluasan Kekaisaran Ottoman, kopi mulai dikenal di sebagian kecil Asia, Syria, Mesir, dan Eropa Selatan.

Kopi tidak hanya dinikmati di rumah, tetapi juga di banyak kedai kopi.

Popularitas kedai kopi pun menjadi tak tertandingi, dan orang-orang sering mengunjungi kedai kopi untuk semua jenis kegiatan sosial.

Kopi tidak hanya dinikmati sambil melakukan percakapan. Bahkan, mereka yang mendengarkan musik, menonton pertunjukan, bermain catur, dan mengikuti berita juga diiringi kopi.

Kedai kopi pun dengan cepat menjadi tempat penting untuk pertukaran informasi yang sering disebut sebagai "schools of the wise" yang berarti sekolah kebijakan.

Dengan ribuan peziarah mengunjungi kota suci Mekkah setiap tahun dari seluruh dunia, pengetahuan tentang kopi mulai menyebar.

Orang Arab menyebut minuman ini "qahwah" yang berarti "anggur". Sementara itu, orang Turki menyebutnya "kahweh".

Dunia Arab sangat menjaga tanaman kopi dan buah-buahan yang mereka anggap berharga. Oleh karena itu, mereka pun melarang ekspor kopi dan buah-buahan tersebut.

Sampai abad XVII, perdagangan kopi hanya berada di tangan orang-orang Arab. Namun, sekelompok pedagang Belanda berhasil menyelundupkan biji kopi ke Eropa.

Orang-orang Eropa menanam kopi di rumah kaca dan kebun anggur, sebelum para kolonial mulai menanamnya di Pulau Jawa, Kolombia, dan Kenya.

Kopi, yang pada waktu itu merupakan komoditas internasional, menjadi "minuman rakyat" di banyak negara selama abad XIX.

Dan kini, tanaman yang dulu dianggap misterius itu telah menjadi minuman populer di seluruh dunia.

0 komentar:

Posting Komentar